Makalah Histopatologi


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar belakang

Histopatologi merupakan cabang biologi yang mempelajari kondisi dan fungsi jaringan dalam hubungannya dengan penyakit. Teknik pemeriksaaan histopatologi berguna untuk mendeteksi adanya komponen patogen yang bersifat infektif melalui pengamatan secara mikroanatomi. Histopatologi sangat penting dalam kaitan dengan diagnosis penyakit karena salah satu pertimbangan dalam penegakan diagnosis adalah melalui hasil pengamatan terhadap jaringan yang diduga terganggu.
Jaringan merupakan sekumpulan sel yang tersimpan dalam suatu kerangka struktur atau matriks yang mempunyai suatu kesatuan organisasi yang mampu mempertahankan keutuhan dan penyesuaian terhadap lingkungan diluar batas dirinya.Ilmu yang mempelajari tentang jaringan disebut histologi.Jaringan berkelompok bekerja bersama melaksanakan fungsi tertentu membentuk suatu organ, misalnya organ jantung, dan hati.Beberapa jaringan organ bekerja bersama melaksanakan fungsi tertentu membentuk sistem organ, misalnya sistem pencernaan, sistem transportasi, dan sistem reproduksi.Jaringan, organ, dan sistem organ bersama-sama membentuk tubuh organisme.
Kami membuat makalah ini untuk lebih memahamai tentang histologi dan jaringan agardapat dilakukan proses diagnosis yang benar akan dapat ditentukan jenis penyakitnya sehingga dapat dipilih tindakan preventif dan kuratif.

B.  Rumusan masalah

1.    Apakah yang dimaksud dengan histologipatalogi ?
2.    Apa saja pembagian histologi ?
3.    Apa sajakah kelainan jaringan yang terjadi pada manusia?
4.    Bagaimana tehnik pemeriksaan jaringan ?
C.   Tujuan
1.  Untuk mengetahui pengertian histologipatologi
2.  Untuk mengetahui pembagian histologi
3.  Untuk mengetahui kelainan jaringan yang terjadi pada jaringan manusia
4.  Untuk mengetahui tehnik pemeriksaan jaringan



BAB II
PEMBAHASAN

A.       Pengertian histopatologi

Histopatologi adalah ilmu yang mempelajari tentang histologi dan hubungannya dengan penyakit.Istilah histologi berasal dari bahasa yunani histos artiya jaringan dan logos artinya ilmu.Histologi adalah bidang biologi yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop pada sediaan jaringan yang dipotong tipis. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis.Akar kata Yunani histo dapat di terjemahkansebagai ‘jaringan’ atau ‘jaring’ karenakebanyakan jaringan merupakan jarringfilamen dan serat yang saling terjalin, baikselular maupun non selular, dengan lapisanmembranosa.
Jaringan dibentuk oleh dua komponenyang saling berinteraksi yaitu sel danmatriks ekstrasel. Matriks ekstrasel terdiri  atas banyak jenis molekul, dan kebanyakandiantaranya sangat rumit dan membentukstruktur kompleks, seperti serabut danmembrane basal. Fungsi matriks ekstrasel iniadalah sebagai penunjang mekanis bagi sel-sel, mengangkut nutrient ke sel-sel, danmembawa katabolit dan produk sekresi.Walaupun menghasilkan matriks ekstrasel,sel tersebut di pengaruhi dan kadang di aturoleh molekul-molekul matriks.Sehinggaterdapat semacam interaksi intensif antarasel-sel dan matriks.Setiap jaringan dibentuk oleh beberapajenis sel dan secara khas oleh asosiasi seldan matriks ekstrasel yang spesifik. Asosiasiyang khas ini akan mempermudahpengenalan sejumlah besar subtype jaringan.
kebanyakan organ dibentuk oleh kombinasibeberapa jenis jaringan, kecuali susunansaraf pusat, yang hampir seluruhnya terdiriatas jaringan saraf. Kombinasi yang tepatdari jaringan-jaringan tersebutmemungkinkan berfungsinya setiap organdan organisme secara keseluruhan.Ukuran sel dan matriksnya yang kecilmenyebabkan histology bergantung padapenggunaan mikroskop.Kemajuan di bidangkima, biologi molecular, fisiologi, imunologidan patologi serta interaksi di antara bidang-bidang tersebut sangat penting untukmemperoleh pengetahuan yang lebih baikdibidang bilogi jaringan.
Histopatologi sangat penting dalam kaitan dengan diagnosis penyakit karena salah satu pertimbangan dalam penegakan diagnosis adalah melalui hasil pengamatan terhadap jaringan yang didu.ga terganggu.Histopatologi sangat penting dalam kaitan dengan diagnosis penyakit karena salah satu pertimbangan dalam penegakan diagnosis adalah melalui hasil pengamatan terhadap jaringan yang diduga terganggu.Histopatologi dapat dilakukan dengan mengambil sampel jaringan (misalnya seperti dalam penentuan kanker payudara) atau dengan mengamati jaringan setelah kematian terjadi.Dengan membandingkan kondisi jaringan sehat terhadap jaringan sampel dapat diketahui apakah suatu penyakit yang diduga benar-benar menyerang atau tidak. Bidang biologi ini amat berguna dalam keakuratan diagnosis tumor dan berbagai penyakit lain yang sampelnya memerlukan pemeriksaan histologis.
Histologi sangat diperlukan dalam mempelajari struktur jaringan normal suatu organ atau alat tubuh lain baik struktur anatomi maupun fisiologi. Merupakan hal yang sangat penting dalam mengenali suatu kondisi patologi yang merupakan akibat suatu penyakit dan perubahan-perubahan seluler.
Struktur jaringan normal atau abnormal dapat dipelajari dengan mikroskop dalam bentuk preparat jaringan. Preparat ini dibuat melalui proses pengolahan jaringan sampai didapatkan preparat yang telah diwarnai. Struktur histologi dapat terlihat dengan jelas sehingga memudahkan pembacaan jaringan. Pembuatan preparat sediaan histologi dilakukan melalui beberapa tahap yaitu persiapan, pengolahan, pengirisan dan pewarnaan jaringan




B.   Pembagian histologi
Histologi terbagi atas 2 yaitu histologi umum mencakup kajian tentang jaringan dasar yang terdapat pada tubuh serta histologi khusus atau histologi organ mencakup struktur histologi organ-organ tubuh
Ø  Histologi umum
1.    JaringanEpitel
Jaringan epitel terdiri dari kumpulan sel-sel yang sangat rapat susunannya sehingga membentuk suatu lembaran, maka disebut sebagai membran epitel atau disingkat sebagai epitel saja untuk membedakan dengan epitel kelenjar.Adhesi diantara sel-sel ini sangat kuat, membentuk lembaran sel yang menutupi permukaan tubuh dan membatasi atau melapisi rongga-rongga tubuh. Jaringan epitel tidak memiliki substansi interseluler dan cairannya sangat sedikit
2.    Jaringan pengikat
Jaringan pengikat dapat disebut juga connective tissue, jaringan penyokong atau anyaman penyokong.
3.    Kartilago
Sel kartilago terdiri dari kondrosit dan kondroblasl.Serat dan substansi dasar membentuk substansi interselular atau matriks. Matriks merupakan suatu wujud kaku bahkan keras, yang substansi dasarnya terdiri atas proteoglikans yang mengandung kondroitin sulfat untuk kartilago
4.    Tulang
Tulang adalah jaringan yang tersusun oleh sel dan didominasi oleh matrix kolagen ekstraselular (type I collagen) yang disebut sebagai osteoid. Osteoid ini termineralisasi oleh deposit kalsium hydroxyapatite, sehingga tulang menjadi kaku dan kuat.
5.    Darah
Darah merupakan suatu suspensi sel dan fragmen sitoplasma di dalam cairan yang disebut Plasma.Secara keseluruhan darah dapat dianggap sebagai jaringan pengikat dalam arti luas, karena pada dasarnya terdiri atas unsur-unsur sel dan substansi interseluler yang berbentuk plasma.
6.    Otot
Jaringan in terutama terdiri dari sel-sel yang berfungsi untuk menggerakkan bagian-bagian tubuh pda umumnya selnya berbentuk memanjang bahkan dapat berbentuk sebagai serabut yang dapat berubah memendek.

Ø   Histologi khusus
1.      Kulit
Integumen atau kulit merupakan jaringan yang menutupi permukaan tubuh,yang terdiri atas 2 lapisan :
·         Epitel yang disebut epidermis
·         Jaringan pengikat yang disebut dermis atau corium
2.      Kardiovaskular
                          Kata kardiovaskular berasal dari awalan cardi(o) yaitu bentuk gabung yang menunjukkan hubungan dengan jantung atau dengan orificium cardiac atau bagian lambung dan kata vascular yang berarti berkenaan dengan pembuluh, khususnya pembuluh darah; disebut juga vassal, atau berarti yang mempunyai pasokan darah yang kaya.

3.      Organ limfoid
                          Limfosit terdapat sebagai sel yang berada di dalam darah, limfe, jaringan pengikat dan epitel, terutama dalam lamina propria tractus respiratorius dan tractus digestivus, limfosit terlihat bersama dengan plasmasit dan makrofag sebagai kumpulan yang padat dalam jaringan pengikat longgar.

4.      System Respirasi
      Dalam melaksanakan proses Metabolisme, oleh hewan dan manusia dibutuhkan oksigen.. System respirasi berfungsi untuk mengambil oksigen dan membuang karbondioksida, yang keduanya diangkut dari dan ke tubuh

5.      System Pencernaan
            Sistem Pencernaan dari Mulut Sampai Esofagus.Fungsinya untuk mendapatkan metabolit-metabolit dari makanan yang diperlukan untuk pertumbuhan dan untuk memenuhi kebutuhan energi tubuh.Molekul-molekul makanan yang besar seperti protein, lemak, karbohidrat dan asam nukleat diuraikan menjadi molekul-molekul kecil yang mudah diserap melalui dinding saluran cerna.Air, vitamin dan mineral juga diserap dari makanan hasil pencernaan.


C.   Kelainan jaringan pada manusia

Kelainan pada jaringan Manusia :
1.      Kelainan pada jaringan epitelium
Ø  Osteoartitis
Pada penderita Osteoartitis biasanya bermula dari kelainan pada sel-sel yang membentuk komponen tulang rawan, seperti kolagen (serabut protein yang kuat pada jaringan ikat), dan proteoglikan (bahan yang membentuk daya lenting pada tulang rawan).Akibat dari kelainan pada sel-sel tersebut, tulang rawanakhirnya menipis dan membentuk retakan-retakan pada permukaan sendi. Rongga kecil akan terbentuk di dalam sumsum dari tulang di bawah tulang rawan tersebut, sehingga tulang yang bersangkutan menjadi rapuh. Tubuh kita akan berusaha untuk memperbaiki kerusakan tersebut. Tetapi perbaikan yang dilakukan oleh tubuh mungkin tidak memadai, mengakibatkan timbulnya benjolan pada pinggiran sendi (osteofit) yang terasa nyeri.
Pada akhirnya permukaan tulang rawan akan berubah menjadi kasar dan berlubang-lubang sehingga sendi tidak lagi bisa bergerak secara halus. Semua komponen yang ada pada sendi (tulang, kapsul sendi, jaringan sinovial, tendon, dan tulang rawan) mengalami kegagalan dan terjadi kekakuan sendi.
Penyebab pasti dari terjadinya semua kelainan ini sampai saat ini masih belum diketahui secara pasti. Tetapi ada beberapa faktor risiko yang memungkinkan seseorang untuk menderita osteoartritis, yaitu:
o     Umur
            Kemungkinan seseorang mengidap osteoartritis makin bertambah seiring dengan bertambahnya usia seseorang.
o     Berat badan
            Makin tinggi berat badan seseorang, makin besar kemungkinan seseorang untuk menderita osteoartritis.Hal ini disebabkan karena seiring dengan bertambahnya berat badan seseorang, beban yang diterima oleh sendi pada tubuh makin besar.  Trauma pada sendi atau penggunaan sendi secara berlebihan, Orang-orang yang pekerjaanya berhubungan dengan aktivitas yang membutuhkan pengulangan gerakan secara terus menerus, seperti atlet, operator mesin, mempunyai risiko tinggi untuk menderita osteoartritis.Kelemahan pada otot
            Kelemahan pada otot-otot di sekeliling sendi dapat menyebabkan terjadinya osteoartritis.Penyakit lain yang dapat mengganggu fungsi dan struktur normal pada tulang rawan seperti rematoid artritis, hemokromatosis, gout, akromegali, dan sebagainya

2.      Kelainan Jaringan Ikat
Ø  Sindroma Ehlers-Danlos
Pada penyakit tertentu, misalnya sindroma Ehlers-Danlos, terdapat kolagen (serat protein yang kuat di dalam jaringan ikat) yang lemah.Kolagen mengelilingi dan menyokong pembuluh darah yang melewati jaringan ikat, karena itu kelainan pada kolagen bisa menyebabkan pembuluh darah sangat peka terhadap robekan.Tidak ada pengobatan khusus, penderita sebaiknya menghindari cedera dan jika terjadi perdarahan harus segera diatasi.Penyebab tidak terjadinya bekuan darah, adalah sebagai berikut :
1)    Trombositopenia : konsentrasi trombosit yang rendah di dalam darah
2)    Penyakit von Willebrand : trombosit tidak melekat pada lubang di dinding pembuluh darah
3)    Penyakit trombosit herediter : trombosit tidak melekat satu sama lain untuk membentuk suatu sumbatan
4)    Hemofilia : tidak ada faktor pembekuan VII atau IX
5)    DIC (disseminated intravascular coagulation) : kekurangan faktor pembekuan karena pembekuan yang berlebihan.

Ø  Hipohidrotik Ectodermal
Kebanyakan kasus hipohidrotik ectodermal displasia disebabkan oleh mutasi pada gen EDA yang diwariskan dalam kromosom X resesif. Karena peyakit ini dibawa oleh kromosom X, maka penderitanya lebih banyak terjadi pada kaum laki-laki yang hanya memiliki satu kromosom X sedangkan pada perempuan harus terjadi di dua kromosom X nya.
Pada perempuan, jika hanya satu kromosom saja yang bermutasi maka dirinya menjadi carrier (pembawa gen). Sekitar 70 persen kasus yang terjadi adalah pembawa gen (carrier)dengan adanya tanda-tanda atau gejala yang ringan seperti beberapa gigi yang hilang atau tidak normal, rambut tipis dan beberapa masalah fungsi kelenjar keringat.
Kasus yang paling banyak tejadi adalah orangtuanya sebagai pembawa gen dan tidak menyadari bahwa dirinya adalah individu dengan kelainan kromosom karena tidak menunjukkan gejala atau tanda.
Penyakit ini bisa dideteksi sejak masih bayi dengan menunjukkan 3 gejala, yaitu:
1)    Hipotrichosis, yaitu memiliki rambut yang tipis atau ringan dan berpigmen.
2)    Hipohidrosis, yaitu berkurangnya kemampuan untuk berkeringat serta sering mengalami suhu panas dalam tubuh (hipertermia).
3)    Hipodontia, yaitu gigi lebih kecil dari ukuran rata-rata, mengembangkan 9 gigi permanen terutama taring dan geraham serta melakukan pemeriksaan radiografi gigi.

Sampai saat ini belum ada pengobatan khusus yang bisa diberikan untuk penderita gangguan ini. Tapi pasien bisa melakukan beberapa perawatan seperti:
a)    Membasuh tubuh dengan air dingin atau semprotan air untuk menjaga agar suhu tubuh tetap normal.
b)    Usahakan untuk tinggal di daerah dengan iklim yang lebih dingin.
c)    Menggunakan rambut dan gigi palsu untuk memperbaiki penampilan.
d)    Menggunakan air mata buatan untuk mencegah terjadinya kekeringan dan robeknya selaput mata.
e)    Menggunakan semprotan hidung saline untuk menghilangkan kotoran dan mencegah infeksi.

3.      Kelainan pada Jaringan Saraf
Kelainan atau penyakit pada sistem regulasi meliputi saraf, endokrin dan pengindraan. Kelainan penyakit antara lain:
1)    Radang dingin, yaitu aliran darah tidak sampai pada bagian tubuh yang terserang sehingga bagian tubuh itu dapat mati.
2)    Epilepsi, yaitu suatu keadaan, bukan suatu penyakit, serangan muncul jika otak, atau bagian dari otak tiba-tiba berhenti bekerja sebagaimana mestinya selama beberapa saat.
3)    Nyeri, yaitu perasaan tidak enak yang mengisyaratkan kepada kita tentang adanya cedera pada tubuh kita.
4)    Eksem, yaitu sejenis gangguan pada kulit, bagian kulit yang terkena eksem akan melepuh, kering dan pecah-pecah dan timbul benjolanbenjolan kecil.

4.      Kelainan pada jaringan  otot
Gangguan pada Sistem Otot, otot berperan penting dalam aktivitas gerak manusia sehingga gangguan pada otot akan mempengaruhi aktivitas gerak. Gangguan pada otot dapat terjadi dalam beberapa bentuk seperti berikut ini:
Ø  Atrofi
Atrofi merupakan penurunan fungsi otot karena otot mengecil atau kehilangan kemampuan untuk berkontraksi. Gangguan ini dapat disebabkan oleh penyakit  poliomielitis yaitu penyakit yang disebabkan oleh virus. Virus ini menyebabkan kerusakan saraf yang mengkoordinasi otot ke anggota gerak bawah.

Ø  Hipertrofi
Hipertrofi merupakan otot yang berkembang menjadi lebih besar dan kuat.Hipertrofi  disebabkan aktivitas otot yang kuat sehingga diameter serabut-serabut otot membesar
Ø  Hernia abdominalis
Hernia abdominalis merupakan sobeknya dinding otot abdominal sehingga usus memasuki bagian sobekan tersebut
Ø  Tetanus
Tetanus merupakan otot yang mengalami kekejangan karena secara terus-menerus berkontraksi sehingga tidak mampu lagi berkontraksi. Tetanus disebabkan luka yang  terinfeksi oleh bakteri Clostridium tetani.
Ø  Distrofi otot
Distrofi otot merupakan penyakit kronis yang menyebabkan gangguan gerak.Penyakit  ini merupakan penyakit yang disebabkan adanya cacat genetik.
Ø  Miastenia gravis
Miastenia gravis merupakan otot yang secara berangsur-angsur melemah dan menyebabkan kelumpuhan. Penyakit ini disebabkan oleh hormon tiroid dan sistem  imunitas yang tidak berfungsi dengan normal.

D.   Tehnik pemeriksaan jaringan
Teknik histopatologi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk melihat perubahan metobolisme dari perubahan jaringan yang terjadi. Aplikasinya diawali dengan pembuatan preparat dengan menipiskan sel jaringan dari organ-organ tubuh. Untuk itu jaringan halus dapat ditanam pada parafin dengan pembekuan, selanjutnya jaringan dipotong. Prasyarat untuk mendapatkan histopatologi dan histokimia yang tepat dapat diperoleh dengan mengamati preparat dibawah mikroskop elektron. Preparat dari histopat mempunyai tanda spesifik yang terlihat dari jaringan sel dan struktur jaringan akibat serangan patogenisitas.

Berikut perlengkapan yang digunakan dalam teknik histopatologi :
1.    Alas dari bahan kayu/plastik untuk pemotong jaringan.
2.    Scalpel untuk memotong jaringan menjadi ukuran lebih kecil.
3.    Pensil dan kertas untuk memberi tanda/kode jaringan.
4.    Cassette berukuran kurang lebih 3 x 4 x 1 cm untuk menaruh jaringan setelah dipotong kecil-kecil.
5.    Tabung gelas berukuran 500- 1000 cc sebanyak kurang lebih 10 buah untuk proses dehidrasi, clearing dan bloking dengan parafin.
6.    Microtome untuk memotong jaringan setebal 4-7 um.
7.    Waterbath untuk mengembangkan hasil potongan jaringan yang ditaruh diobyek gelas.
8.    Mesin pemanas (incubator temp 56oC – 60oC) untuk mencairkan parafin selama proses blocking.
9.    Kulkas untuk menyimpan bahan kimia dan menyimpan hasil blocking.
10. Gelas obyek dan gelas penutup (cover).
11. Light/ compound mikroskop.



Adapun tahapan teknik histopatologi adalah sebagai berikut :
1.    Fiksasi:bertujuan agar jaringan diusahakan mati secepatnya sehingga tidak terjadi perubahan pasca mati (autolisis post mortem) sehingga struktur jaringan sampel dapat dipertahankan seperti saat sampel masih hidup.Rumus yang digunakan untuk memonitor fiksasi baik atau buruk diuji dengan rumus:
d = k √t
d = ketebalan jaringan (mm)
t = waktu yang dibutuhkan/tersedia
k = ketetapan daya fiksir dari atas dan bawah (2 X ketetapan masing-masing fiksasi)
Ketetapan fiksasi formalin 10% = 0.78

2.    Preparasi organ atau jaringan target dari sampel :Seluruh organ target dalam pemeriksaaan dimasukkan dalam embedding cassete.
3.    Dehidrasi :Tahap ini merupakan proses menarik air dari jaringan dengan menggunakan bahan kimia tertentu.
4.    Clearing :Tahap ini bertujuan untuk menghilangkan bahan kimia dehidrasi sehingga contoh sampel menjadi transparan.
5.    Infiltrasi :Teknis histologi ini untuk menyusupkan paraffin ke dalam jaringan sampel untuk menggantikan xylol yang telah hilang, sehingga sampel tidak rusak waktu pemotongan dengan mikrotom.
6.    Teknik embedding :Sampel yang sudah diiris pada bagian yang mengalami perubahan dimasukkan kedalam cassete embedding yang sudah diberi label dengan menggunakan pensil.
7.    Pemotongan :Pemotongan dilakukan dengan menggunakan mikrotom dengan ketebalan irisan 4-6 um.
8.    Pewarnaan jaringan dan sediaan preparat :Pewarnaan ini dipergunakan dengan teknik pewarnaan ganda haematoksilin dengan eosin.
9.    Pengamatan :Pengamatan hasil untuk diagnosis dengan metode komparasi dibawah mikroskop cahaya pada pembesaran 100-1000 x

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjLAQvk86_76U5BY18o9aN1L8uPMrs0sWZF8wKHJJ3jcU8tvEZJtFKFxBUnGg0PwXh5B3OQFI7lHG9N4HVbxWiwAdrPi6a_pCouZ3A5YJkERHlND1i7XVzon3pB-n_yNq-Z6hkwZLgyZtU/s320/8.jpg
Foto : cetakan yang telah diisi jaringan dan paraffin
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCGypKVpQFbScigHSOHjNMe3TE6TphcwDWGpD8hRp5Z0sshIaKXYoRaiOxEDAl6w6pKQnE-7D5dBPm0Eb9TGaVzzJwFP32_YjC2WqChGRx9R-VTD0RFGerVIQP66oaaBcuemIfwN482zg/s320/Picture0081.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEigSOQOFapRRBZu4nqCeFOYr_WJuiWZq58Pu1A6QHk0ld5-J8pjaf9VK26lRTeOULFzWlmXQ9QRhsq1tWJC1qP2YswnIKaoELPY1drJaMX4HOOfO0l3nMKyxDrDTHAtlq8AzvsHHflEgfc/s320/12.JPG

Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiuUWKhCWkhiObpIrEIg0SyUhmy_h_6AFeIh9QDlloXOm2m4TeXlQQlNrwCaHLZ8n-Zm6tS3_E1MpuLrRdKD1ONkijB3ElQLHVyZLL2PAl2lDkMCnoWemRDprug4uPGhdF8Q5XnXhr5M8A/s320/Picture0080.jpg


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCTITYXJrV3bOyvteIuodCZvvXFKT-s5vZuUE0_sdXtKNYU1G8LmCS3HMDh1X6WxVKH6CqSDgllklWaPo-QxT8-zZCX3HDnjEIHyvgnocKusq6lxsPMYJ_I8G7aJui5SPYDMABHpSmvZY/s320/10.jpg

Foto : Mikrotom
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisPBbX5pHQtGKk04sly9I9FTTvYGMIQLtkjQNhiL68-d22Kqs0bv_9l2uWzhYIeXa15JFTE9YDJCovcGGGZ3CP2LFGzMzeNjKunosCCySrzj17PJawCmU7oHrhT3A89Lvrmn_atIUdxFM/s400/7.gif
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieZ5VchAhHCIKBPyXpFoV2xAGhCiicGOEfjv0B5XcJOy8Y_4w5EIZwrJgVeCsSXVG2hXK5meREUrnHigs9JLR4sNfGKVTKE7IOr8jmIsZz1WuTh1Hn7PAchsx6gHoH3tsCs0oKc48bWE4/s400/Picture0082.jpg



Foto : Preparat/sediaan histologi
Gambar histopatologi pada lesi Lupus Eritematosus Diskoid (LED)










BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Histologi adalah bidang biologi yang mempelajari tentang struktur jaringan secara detail menggunakan mikroskop pada sediaan jaringan yang dipotong tipis. Histologi dapat juga disebut sebagai ilmu anatomi mikroskopis.
Histologi terbagi atas 2 yaitu histologi umum mencakup kajian tentang jaringan dasar yang terdapat pada tubuh serta histologi khusus atau histologi organ mencakup struktur histologi organ-organ tubuh.
Kelainan yang terdapat pada jaringan manusia diantaranya pada jaringan epitelium adalah osteoartitis. Contoh kelainan pada jaringan ikat yaitu  sindroma Ehlers-Danlos, hipohidrotik ectodermal. Adapun contoh dari kelainan pada jaringan saraf yaitu radang dingin, epilepsy, nyeri, dan eksem.Selain itu, ada juga contoh kelainan dari jaringan otot yaitu atrofi, hipertrofihernia abdominalis, tetanus, distrofi otot, dan miastenia gravis.
Teknik histopatologi merupakan suatu cara yang dilakukan untuk melihat perubahan metobolisme dari perubahan jaringan yang terjadi. Aplikasinya diawali dengan pembuatan preparat dengan menipiskan sel jaringan dari organ-organ tubuh.

B.    Saran
Sebagai analis kesehatan yang professional tentunya kita harus mengetahui perjalanan patologi yang terjadi pada jaringan tubuh manusia serta sebaiknya kita juga sebagai tenaga kesehatan dapat mengetahui gejala gelala yang  timbul akibat dari kelainan jaringan sehingga diagnosa dapat ditegakan dengan tepat tampa melakukan kesalah.


                                                                                                    
DAFTAR PUSTAKA

Subowo,prof.2009.histologi umum. Sagung seto.bandung








Related Posts:

0 Response to "Makalah Histopatologi"

Post a Comment